Postingan

Lihat Lainnya

Puisi tentang Soekarno

Saktimu Oleh. Rekolanus Roli Terbayangku sepuluh tahun yang lalu. Menjerit hati terdengar pilu. Tergores pula luka sembilu. Mengenang derita yang tak kenal bulu. Terdiam, tersandar dan terpaku. Tiada lagi masa aku berlaku. Terbacaku untuk sebuah buku. Tercairkan semangat dari yang beku. Ada kala bayangan semu. Tiada lagi seperti yang dulu. Teringatku akan saktimu. Membangun negeri tanpa jemu. Lotong, 30 Agustus 2015

SIMBOLISME LILIN MENYALA DALAM AJARAN AGAMA NASRANI

Gambar
Simbolisme Lilin Menyala *oleh: P. William P. Saunders * “Saya senantiasa ingat, semasa kanak-kanak saya biasa menyalakan lilin dan memanjatkan suatu doa khusus di gereja. Apakah yang menjadi dasar praktek menyalakan lilin ini?” ~ seorang pembaca di Great Falls Sebelum membahas penggunaan lilin secara khusus, baiklah kita memahami simbolisme terang dan penggunaan lilin secara umum dalam praktek keagamaan. Di kalangan Yahudi, suatu lampu dinyalakan terus-menerus di Bait Suci dan rumah-rumah ibadat, bukan hanya untuk menjamin agar lilin-lilin atau lampu-lampu minyak lainnya dapat dinyalakan pada sore hari, melainkan juga untuk menunjukkan kehadiran Tuhan (bdk Kel 27:20-21 dan Im 24:2-4). Di kemudian hari, Talmud menetapkan suatu lampu menyala di Tabut, di mana Taurat dan tulisan-tulisan Kitab Suci lainnya disimpan, guna menunjukkan penghormatan kepada Sabda Allah. (Praktek ini kemungkinan mempengaruhi tradisi kita sendiri menempatkan suatu lilin atau lampu menyala dekat ...

Kunjungi blog saya yang lain untuk menambah wawasan anda

Guys kali ini saya akan menulis sebuah cerpen mengenai kisah pribadi saya. Cerpen  kali ini pula saya buat dengan gaya dan bahasa Sastra yang sering kita dengar dalam kehidupan sehari-hari. Untuk mendapat tabel-tabel yang diperlukan silahkan kunjungi blog saya yang lain.

Syair

Syair Nasihat Untuk Yang Muda Oleh. Rekolanus Roli Ini nasihat untuk yang muda. Jangan menyesal karena cinta, Waktu berlalu tidak terasa. Boleh menyesal karena dosa. Wahai yang muda siap siaga. Dekatkan jiwa dengan Yang Esa. Karena dia pencipta alam semesta. Tiada hidup berapa lama. Lotong,01 Maret 2013

Puisi By Rekolanus Roli

Kunang-kunang Oleh. Rekolanus Roli Kunang-kunang... Cahayamu sungguh menawan. Kau terbang kesana kemari... Hanya untuk menghiasi gelapnya malam. Kunang-kunang... Badanmu yang munggil membuat kau semakin indah... Cahayamu yang gemerlap bagaikan bintang diangkasa. Andai..Ku bisa menjadi seperti mu... Aku akan menerangi rumahku... Rumahku akan benderang...Karena cahayamu... Kunang-kunang...Begitu indah cahayamu... Membuat semua makhluk hidup menyenangimu. Kunang-kunang...Kau sungguh indah... Terangi malam sepi ku... Kunang-kunang...Hanya satu pintaku... Sampaikan salam rinduku padanya... Lotong, 24 Maret 2015 Bosan Oleh. Rekolanus Roli Saat kutanya...Sedang apa kau disana... Tapi...kau jawab bosan... Kutanya lagi ada apa denganmu... Tapi... kau jawab bosan... Ku tak tau apa maksudmu...Aku bingung... Aku bingung akan jawabanmu... Ku tak mengerti.... Ku tak mengerti apa maksudmu. Setiap kutanya...Kau selalu jawab bosan... Ta...